Monday, 15 July 2013

Sarkub Peduli

Penyerahan Bantuan dari Tim Sarkub Yang diterima Oleh Gus Shampton untuk dibawa ke Bajulmati

Sing Sabar Yooo

Rapat Koordinasi Pendistribusian Bantuan Untuk Korban Banjir Bandang di Bajulmati Malang Selatan

Friday, 12 July 2013

Paket Wisata Bernuansa Petualangan, serasa di pedalaman Kalimantan

paket wisata yang ditawarkan Bajulmati

Peduli Bencana Banjir di Bajulmati dari ABM/STIE Malang Kucecwara

Penyerahan bantuan Genset dari ABM/STIE Malang Kucecwara yang diteriama langsung oleh Kepala dusun Bajulmati
Pendistribsian bantuan dari ABM/STIE Malang Kucecwara untuk para korban bencana Banjir di Bajulmati Malang

Wednesday, 29 May 2013

Kasus KH. Marzuki Mustamar, Pendekar Pagar Nusa Siap Gantikan Dipenjara

KH. Ali Maksum (Gus Ali) ketua Ikatan Pencak Silat NU (IPSNU) Pagar Nusa Jombang



NU Jombang Online,

Kabar kiai NU diperiksa Bareskrim Polri hingga terancam bui membuat sejumlah pihak tergerak memberikan dukungan. Apalagi itu melibatkan Ketua PCNU Kota Malang, KH Marzuki Mustamar dan KH Irfan Soleh, salah satu pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. ’’Kita sepenuhnya siap membela para kiai NU. Jika sampai ada kiai dipenjara karena dakwahnya, para pendekar Pagar Nusa siap menggantikannya dipenjara agar para kiai itu bisa tetap bebas dan meneruskan dakwahnya,’’ kata KH Ali Maksum (Gus Ali) ketua Ikatan Pencak Silat NU (IPSNU) Pagar Nusa Jombang, di Denanyar kemarin.
Lebih dari itupun pihaknya mengaku siap. ’’Kalau memang genderang perang yang ditabuh, kita tak akan pernah mundur,’’ tandasnya. Menurutnya, tidak sekali dua kali para pendekar Pagar Nusa bertaruh nyawa demi membela perjuangan kiai NU. ’’Tidak usah banyak kata, asal kiai yang memerintah, kita pasti berangkat,’’ tegasnya.

Meski demikian, pihaknya meminta agar semua elemen NU tidak terrpovokasi. ’’MTA itu kecil, jangan sampai kita terprovokasi hingga justru melakukan tindakan yang menodai kebesaran dan keharuman nama NU. Tapi kita tetap tak boleh diam saja,’’ tandasnya.

Segala kemungkinan, menurutnya harus tetap diantisipasi. ’’Kita tingkatkan kewaspadaan dan persiapan. Tapi jangan sampai terprovokasi,’’ ucapnya.

Karena proses hukum masih berjalan, dia berharap semua elemen NU ikut memantau proses tersebut. ’’NU juga harus memberikan pendampingan secara hukum kepada para kiai itu. Proses hukum harus dilawan dengan hukum pula. Yang lain-lain itu urusan belakangan, tidak usah khawatir,’’ paparnya.

Dia menegaskan, dari dulu sikap NU tidak pernah agresif. ’’Kasarannya kita ini tidak mencari musuh, tapi musuh datang kita hadapi. Ceramah Kiai Marzuki itu dalam rangka membentengi umat karena dalam setiap ceramahnya MTA selalu mengharam-haramkan perilaku keagamaan warga NU. Kalau itu dilaporkan polisi, semua warga NU bisa balik melaporkan MTA ke polisi,’’ pungkasnya. (ra)

Sumber: jombang.nu.or.id 

Pendekar Pagar Nusa Siap Gantikan Dipenjara




Tuesday, 28 May 2013

Pembelaan Terhadap KH. Marzuki Mustamar: Banser Bakal Hadang MTA

H Basyarudin Saleh, penasehat Banser Jombang yang juga wakil ketua GP Ansor Pusat


NU Jombang Online,
Kaum muda NU tampaknya cukup gerah dengan ulah Majelis Tafsir Alquran (MTA) yang melaporkan KH Marzuki Mustamar ke Bareskrim Mabes Polri dengan tuduhan menebar fitnah dan melakukan pencemaran nama baik saat ceramah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas. Apalagi itu menyebabkan salah satu pengasuh PPDU Gus Irfan Soleh ikut diperiksa dan terancam ikut dijerat karena dianggap memfasilitasi pengajian yang menyudutkan pihak lain. ’’Jangankan dipenjara, matipun kita siap mbelani kiai,’’ kata H Basyarudin Saleh, penasehat Banser Jombang yang juga wakil ketua GP Ansor Pusat, saat ditemui di Bandarkedungmlyo, kemarin.
Menurutnya, ulah MTA itu tidak semata-mata ranah hukum. ’’Bisa jadi ini bagian strategi mereka untuk melebarkan sayap,’’ tegasnya. Sebab menurutnya, selama ini MTA sudah gencar menyebarkan pandangan yang bersebrangan dengan NU. Utamanya melalui radio dan media dakwa lainnya yang mereka miliki. Namun selama ini, upaya itu tak membuahkan hasil maksimal karena selalu dihambat oleh para kiai NU sebagaimana yang dilakukan Kiai Marzuki Mustamar tersebut. ’’Dengan tidak adanya kiai-kiai seperti Kiai Marzuki itu, praktis nantinya gerakan MTA akan lebih mudah. Makanya mereka mencoba menyingkirkan kiai-kiai itu dengan memanfaatkan celah hukum,’’ tegasnya.
Itulah sebabnya, Basyarudin meminta agar seluruh anggota Banser men-hadang keberadaan MTA di Jombang. ’’Gerakan MTA di Jombang selama ini tidak terlihat, tapi saya yakin pasti ada. Makanya saya meminta seluruh anggota Banser mencarinya. Jika ditemukan dan menyebarkan ajaran yang meresahkan, langsung amankan dan bawa ke polisi,’’ tegasnya.
Dia pun meminta agar polisi tidak menari ditengah genderang yang ditabuh MTA. ’’Pengalaman di Blora Jawa Tengah, lalu Magetan, dan Ngawi, aktivitas pengajian MTA selalu memicu bentrokan dengan warga sekitar karena isinya selalu menjelek-jelekkan warga NU yang mayoritas. Kita tidak mau Jombang yang aman ikut menjadi seperti itu. Tapi kalau polisi menghendaki lain, kita persilahkan,’’ tegasnya memungkasi pembicaraan. (ra)

Sumber:  http://jombang.nu.or.id/banser-bakal-hadang-mta/