There was an error in this gadget

Saturday, 7 November 2015

Harapan Tak Akan Pernah Mati




Walau Fasilitas TerBatas, Namun Kwalitas Harus Tetap Teratas
Walau Pakai Sandal Jepit, Otak Harus Selangit

Logo Lembaga Sosial Pendidikan Harapan Bajulmati


Tuesday, 27 January 2015

www.youtube.com/watch?v=iYRb_4HAlFg

Harapan Tak Akan Pernah Mati

Walau Fasilitas TerBatas, Namun Kwalitas Harus Tetap Teratas
Walau Pakai Sandal Jepit, Otak Harus Selangit

https://www.youtube.com/watch?v=iYRb_4HAlFg

Friday, 26 September 2014

Bajulmati :Pelestarian Lingkungan Dengan Menebar Ikan di Alam Bebas

Potret Lingkungan di Jepang, Got-got di Jepang yang banyak ikan Koinya






Ikan koi ini dapat hidup dengan tenang dialiran sungai kecil yang menyerupai got dan banyak dijumpai di kota-kota besar maupun pedesaan di Jepang. Orang Jepang tidak menyukai memakan ikan koi, karena menganggap ikan ini memakan sampah. Ikan di sungai kecil atau got sebagai penanda kalau tidak ada pencemaran lingkungan, atau impact dari pembangkit nuklir yang bocor.

Asrinya sungai kecil dan parit-parit di Jepang yang dipenuhi ikan koi

Saya sdh membuktikan di Bajulmati Malang Selatan. ada gearkan Rp. 2000 untuk generasi, dg cara Rp. 2000 dibelikan 2 ekor ikan nila dan dilepaskan di sungai agar beranak pinak.
Program ini akan efektif bila dilakukan dengan penuh kesadaran dan terus menerus.
Melepas Ikan Nila di Coban Perawan Bajulmati Malang Selatan

 Minggu, 21 September 2014 kegiatan pelepasan bibit ikan nila di telaga Goa Coban Perawan. kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan konservasi alam gua dan sungai. Bibit ikan nila diperoleh dari pak Saidi, seorang pembudidaya ikan di daerah Gua Cina yang ikut aktif dalam kegiatan konservasi Harapan Bajumati.

Kegiatan ini turut melibatkan peserta PPL UM yang sedang berdomisili di dusun Bajulmati selama 2 bulan. bekerja sama dengan tim konservasi Harapan Bajulmati yang beranggotakan penduduk setempat.

Alasan diadakannya kegiatan ini adalah bentuk keprihatinan masyarakat terhadap keadaan alam yang semakin buruk. Padahal pada tahun 1990`an semua sungai yang ada selalu dialiri air yang jernih, dimana ikan-ikan banyak hidup bergerombol. Sungguh sangat disayangkan pemandangan seperti itu sudah mulai pudar, akibat pembuangan limbah rumah tangga di sungai, penangkapan ikan ssecara membabi buta, baik menggunakan setrum atau potas. tanpa diimbangi dengan kegiatan pemulihan alam.

Oleh karenanya, mulai sekarang kita bisa memulai untuk berhenti sejenak dari kegiatan rutinitas kita, dan turut memikirkan kondisi alam di sekitar kita. Supaya anak cucu kia juga bisa turut menikmati kekayaan alam negri ini.(amdie)

Thursday, 11 September 2014

Lembaga Sosial Pendidikan Harapan Bajulmati